30 Maret 2013

Mempelajari Peranan Organisasi Internasional (PBB, ASEAN, KAA, dan GNB)

PBB (Perserikatan Bangsa – Bangsa)


  1. Latar Belakang
PBB merupakan salah satu organisasi internasional yang anggotanya hampir seluruh Negara di dunia. Tujuannya untuk memfasilitasi hukum internasional, pengamanan internasional lembaga ekonomi dan perlindungan sosial.
Pembentukan PBB diawali dengan pembentukan Liga Bangsa-Bangsa  pada tanggal 10 Januari 1920 tokohnya adalah presien amerika serikat Woodrow Wilson dengan tujuan untuk mempertahankan perdamaian internasional serta meningkatkan kerjasama internasinal.
Tugas LBB adalah menyelesaikan sengketa secara damai. Hasil LBB antara lain perjanjian Locarno (1925) dan perjanjian kallog Briand (1928) karena munculnya kekuasaan Nazi (Jerman) maka pecahlah perang Dunia II.
Pecahnya PD II mengakibatkan kerusakan dan penderitaan yang berkepanjangan. Kemudian Franklin Delano.R (Presiden Amerika Serikat) dan Winston mengadakan pertemuan yang menghasilkan piagam altantik (Altantik Charter) yang isinya:
-Tidak membenarkan adanya perluasan wilayah atau politik ekspansi
-Setiap bangsa berhak menentukan nasibnya sendiri
-Setiap Negara berhak dan bebas ikut serta dalam perdagangan di dunia
-Perlu diciptakan perdamaian dunia sehingga semua bangsa bebas dari rasa takut dan kemiskinan
-Mengusahakan penyelesaian sengketa secara damai
Piagam PBB mulai berlakuu pada tanggal 24 Oktober 1945 yang kemudian kita kenal sebagai hari lahirnya PBB. PBB bermarkas di New York (Amerika Serikat)
Negara Indonesia menjadi anggota PBB yang ke-60 pada tanggal 27 September 1950 tetapi keluar pada tanggal 7 Januari 1965 dan masuk kembali pada tanggal 28 September 1966
  1. Sejarah
Liga Bangsa-Bangsa dianggap gagal mencegah meletusnya Perang Dunia II (1939-1945). Untuk mencegah meletusnya Perang Dunia Ketiga, yang mana tidak diinginkan oleh seluruh umat manusia, pada tahun 1945 PBB didirikan untuk menggantikan Liga Bangsa-Bangsa yang gagal dalam rangka untuk memelihara perdamaian internasional dan meningkatkan kerjasama dalam memecahkan masalah ekonomi, sosial dan kemanusiaan internasional.
Rencana konkrit awal untuk organisasi dunia baru ini dimulai di bawah naungan Departemen Luar Negeri AS pada tahun 1939. Franklin D. Roosevelt dipercaya sebagai seorang yang pertama menciptakan istilah "United Nations" atau Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai istilah untuk menggambarkan negara-negara Sekutu. Istilah ini pertama kali secara resmi digunakan pada 1 Januari 1942, ketika 26 pemerintah menandatangani Piagam Atlantik, dimana masing-masing negara berjanji untuk melanjutkan usaha perang.
Pada tanggal 25 April 1945, Konferensi PBB tentang Organisasi Internasional dimulai di San Francisco, dihadiri oleh 50 pemerintah dan sejumlah organisasi non-pemerintah yang terlibat dalam penyusunan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. PBB resmi dibentuk pada 24 Oktober 1945 atas ratifikasi Piagam oleh lima anggota tetap Dewan Keamanan-Perancis, Republik Cina, Uni Soviet, Inggris dan Amerika Serikat-dan mayoritas dari 46 anggota lainnya. Sidang Umum pertama, dengan 51 wakil negara, dan Dewan Keamanan, diadakan di Westminster Central Hall di London pada Januari 1946.
Kedudukan organisasi ini awalnya menggunakan bangunan milik Sperry Gyroscope Corporation di Lake Success, New York, mulai dari 1946 hingga 1952. Sampai gedung Markas Besar PBB di Manhattan telah selesai dibangun.
Sejak pendiriannya, banyak kontroversi dan kritik tertuju pada PBB. Di Amerika Serikat, saingan awal PBB adalah John Birch Society, yang memulai kampanye "get US out of the UN" pada tahun 1959, dan menuduh bahwa tujuan PBB adalah mendirikan "One World Government" atau Pemerintah Seluruh Dunia.
Setelah Perang Dunia Kedua berakhir, Komite Kemerdekaan Perancis terlambat diakui oleh AS sebagai pemerintah resmi Perancis, sehingga Perancis awalnya tidak diikutsertakan dalam konferensi yang membahas pembentukan PBB. Charles de Gaulle menyindir PBB dengan menyebutnya le machin (dalam bahasa Indonesia: "Si Itu"), dan merasa tidak yakin bahwa aliansi keamanan global akan membantu menjaga perdamaian dunia, dia lebih percaya pada perjanjian/pakta pertahanan antar negara secara langsung.
  1. Asas (prinsip-prinsip dasar organisasi)
-Berdasarkan persamaan kedaulatan dari semua anggotanya
-Semua anggota harus memenuhi dengan ikhlas kewajiban-kewajiban mereka sebagaimana tercantum dalam Piagam PBB
-Semua anggota harus menyelesaikan persengketaan-persengketaan internasional dengan jalan damai tanpa membahayakan perdamaian, keamanan dan keadilan
-Dalam hubungan-hubungan internasional semua anggota harus menjauhi penggunaan ancaman atau kekerasan terhadap orang lain
  1. Tujuan
-Memelihara perdamaian dan keamanan internasional
-Mengembangkan hubungan-hubungan persaudaraan antara bangsa-bangsa
-Menciptakan kerja sama dalam memecahkan masalah internasional dalam bidang ekonomi, sosial-budaya dan hak asasi
-Menjadikan PBB sebagai pusat usaha dalam mewujudkan tujuan bersama cita-cita diatas
-Menyelamatkan generasi mendatang dari bencana perang
-Memperteguh kepercayaan pada hak-hak asasi manusia
-Mendorong kmajuan social dan tingkat kehidupan yang lebih baik
-Memajukan hubungan persahabatan antar bangsa-bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri
  1. Misi, Tugas, Fungsi, dan Peranan
a.       Misi
Menjaga perdamaian dan keamanan
c.       Tugas
-Pelaksaan perdamaian dan keamanan internasional
-Kerja sama dilapangan perekonomian dan masyarakat internasional
-Sistem perwakilan internasional
-Keterangan-keterangan mengenai daerah-daerah yang belum mempunyai pemerintah sendiri
-Urusan keuangan
-Penerapan keanggotaan dan penerimaan anggota
-Perubahan piagam
-Hubungan dengan alat-alat perlengkapan lain
d.      Fungsi
-Fungsi proteksi, yaitu PBB berusaha memberikan perlindungan kepada seluruh anggota
-Fungsi integrasi, yaitu PBB sebagai wadah atau forum untuk membina persahabatan dan persaudaraan bangsa - bangsa
-Fungsi sosialisasi, yaitru PBB sebagai sarana untuk menyampaikan nilai - nilai dan norma kepada semua anggota
-Fungsi pengendali konflik , yaitu PBB sebagai lembaga internasional diharapkan dapatmengendalikan konflik ± konflik yang muncul dari sesame anggota sehingga tidak sampai menimbulkan ketegangan dan peperangan sesame anggota PBB
-Fungsi kooperatif , yaitu PBB sebagai lembaga internasional diharapkan mampumembina / mendorong kerja sama di segala bidang antar bangsa di dunia
-Fungsi negoisasi, yaitu PBB diharapkan dapat memfasilitasi perundingan - perundingan antarnegara untuk membentuk hokum, baik yang bersifat umum maupun khusus
-Fungsi arbitrase, yaitu PBB hendaknya dapat menyelesaikan masalah - masalah secarahokum yang timbul dari sesame anggota sehingga tidak menjadi masalah yang berkepanjangan yang dapat mengganggu perdamaian dunia
e.      Peranan
Peranan PBB bagi dunia internasional:
-Bidang keamanan dan perdamaian
-Bidang ekonomi
-Bidang sosial, budaya, kesehatan dan kemanusiaan
Peranan PBB bagi Bangsa dan Negara Indonesia
-Ketika revolusi Nasional sedang berkobar untuk melawan kolonial belanda di negara kita
-Pada masa perang colonial ke-2 antara Indonesia dan Belanda
-Pada saat perjuangan pembebasan Irian Barat
  1. Peranan Indonesia dalam PBB
-Sebagai Anggota Dewan Keamanan PBB
-Pernah Menjadi Ketua Majelis Umum PBB
-Ikut Membantu Dalam Menjaga Perdamaian Negara Yaitu dengan mengirimkan Pasukan Garuda
  1. Peranan PBB dalam Indonesia
-PBB meluruskan persengketaan indonesia belanda
-Indonesia bisa lebih aman dari keserakahan belanda
-Dibentuknya KTN
-Perbaikan Candi Borubudur (oleh UNESCO)
-Dibantunya perekonomian Indonesia
-Pertolongan di Aceh ketika tsunami

ASEAN (Association of Southeast Asian Nations)


  1. Latar Belakang
ASEAN merupakan organisasi negara-negara di Asia Tenggara yang tidak membedakan sistem politik dan ideologi.Ide dasar pembentukan ASEAN adalah kerjasama ekonomi,sosial,dan budaya.Namun dalam perkembangannya organisasi ini bertekad menjamin stabilitas dan keamanan tanpa campur tangan bangsa asing.
Berdirinya ASEAN dilatarbelakangi adanya persamaan diantara negara-negara Asia Tenggara.Berikut ini persamaan-persamaan berikut:
-Persamaan letak Geografis di kawasan Asia Tenggara
-Persamaan budaya yakni budaya Melayu Austronesia
-Persamaan nasib dalam sejarah yaitu sama-sama sebagai negara bekas dijajah oleh bangsa asing
-Persamaan kepentingan untuk menjalin hubungan dan kerja sama di bidang ekonomi,sosial dan budaya
Berdirinya ASEAN juga dilatarbelakangi oleh kesamaan sikap yang nonkomunis,mengingat komunis telah menimbulkan ketidakstabilan dalam negeri masing-masing negara.
  1. Sejarah
ASEAN didirikan oleh lima negara pemrakarsa, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand di Bangkok melalui Deklarasi Bangkok. Menteri luar negeri penanda tangan Deklarasi Bangkok kala itu ialah Adam Malik (Indonesia), Narsisco Ramos (Filipina), Tun Abdul Razak (Malaysia), S. Rajaratnam (Singapura), dan Thanat Khoman (Thailand).
Isi Deklarasi Bangkok adalah sebagai berikut:
-Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara
-Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional
-Meningkatkan kerjasama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi
-Memelihara kerjasama yang erat di tengah - tengah organisasi regional dan internasional yang ada
-Meningkatkan kerjasama untuk memajukan pendidikan, latihan, dan penelitian di kawasan Asia Tenggara
Brunei Darussalam menjadi anggota pertama ASEAN di luar lima negara pemrakarsa. Brunei Darussalam bergabung menjadi anggota ASEAN pada tanggal 7 Januari 1984 (tepat seminggu setelah memperingati hari kemerdekannya). Sebelas tahun kemudian, ASEAN kembali menerima anggota baru, yaitu Vietnam yang menjadi anggota yang ketujuh pada tanggal 28 Juli 1995. Dua tahun kemudian, Laos dan Myanmar menyusul masuk menjadi anggota ASEAN, yaitu pada tanggal 23 Juli 1997. Walaupun Kamboja berencana untuk bergabung menjadi anggota ASEAN bersama dengan Myanmar dan Laos, rencana tersebut terpaksa ditunda karena adanya masalah politik dalam negeri Kamboja. Meskipun begitu, satu tahun kemudian Kamboja akhirnya bergabung menjadi anggota ASEAN yaitu pada tanggal 16 Desember 1998.
Kerjasama ini tidak hanya mencakup bidang ekonomi saja tetapi jugailmu pengetahuan dan teknologi, kebudayaan dan informasi, pembangunan serta keamanan dan kerja sama transnasional lainnya. ASEAN sudah melakukan beberapa pertemuan di antaranya kerjasama keamanan energi ASEAN muncul sebagai akibat semakin meningkatnya kebutuhan energi baik di tingkat regional maupun tingkat dunia. Pertemuan pertama berlangsung pada tangga 9 Juni 2004 di Manila, Filipina dan mensahkan program kegiatan Energy Security Forum, Natural Gas Forum, Oil Market Forum, Oil Stockpliling Forum dan Renewable Energy Forum'Teks ini akan dicetak miring dan masih banyak lagi pertemuan yang dilakukan ASEAN.
Ada beberapa faktor mengapa ASEAN melakukan kerjasama dengan ketiga negara tersebut, diantaranya :
1. Jepang
Peran Jepang sangat diharapkan dalam mengambil peran ekonomi yang lebih tegas. Di sisi lain, Jepang sendiri terlihat pasif dalam peran kekuatan politik dan militer karena masih ada rival yang kuat yaitu RRC. Jepang masih mengganggap bahwa kedaulatan suatu negara sebagai faktor yang paling penting. Kepentingan Jepang di kawasan seperti yang kita lihat sekarang yaitu: stabilitas kawasan di Asia Tenggara dan keamanan maritim / the sea lines of communication. Para elit pemerintah Jepang tampaknya bersikap waspada dan proaktif terhadap setiap perkembangan pada tataran regional. Jepang harus memberikan perhatian yang lebih besar pada kestabilan regional. Lagipula Jepang sendiri secara psikologis tentunya masih merasa sebagai bangsa yang besar di Asia Pasifik. Dalam mengimplementasikan peranan politik di kawasan ASEAN akan timbul perbedaan pandangan dengan AS. Instrumen yang paling efektif untuk menghadapi AS adalah ekonomi. Sikap lebih gentle bangsa Jepang sangat diperlukan untuk menghadapi AS. Jepang sendiri telah merencanakan peningkatan yang signifikan terhadap kekuatan militernya. Dan secara langsung maupun tidak langsung, ini akan berimbas pada negara-negara anggota ASEAN dalam bentuk peningkatan perlombaan senjata di kawasan.
2. RRC
Kontur dimensi multipolar yang kian kompleks mengharuskan tiap negara anggota ASEAN untuk adaptif terhadap dinamika geopolitik dan geostrategi kawasan. Seperti pada peningkatan kemampuan militer RRC yang oleh Amerika Serikat pun dipandang sebagai sebuah ancaman. International Role RRC telah terbuka lebar dengan diundangnya modal dan teknologi dari Barat dan Jepang. RRC tampaknya akan terus mempertahankan kepentingan dan strategic influence mereka di kawasan ASEAN baik secara politik maupun militer. Ada keprihatinan mengenai tindakan RRC beberapa tahun yang lalu di Kepulauan Spratley. Pengembangan lembaga-lembaga keamanan yang lebih kuat di kawasan sangat diperlukan. Di bidang ekonomi dan industri, langkah RRC yang mendorong warganya bermigrasi dari daerah pedesaan ke kota-kota untuk menciptakan 270 juta pekerjaan dalam 10 tahun ke depan patut diapresiasi. Kepentingan utama RRC terhadap negara-negara Asia terfokus pada pembangunan ekonomi yang cepat, dan bagi RRC, untuk diakui sebagai kekuatan Asia yang besar juga sangat penting. Dalam sebuah novel terbitan tahun 1997 yang menggambarkan terjadinya perang bersala global antara Amerika Serikat melawan RRC, diceritakan bahwa pemicunya adalah serangan RRC ke Laut Cina Selatan dan invasi militer RRC ke Vietnam. Walaupun novel tersebut adalah fiksi belaka, namun tetap ada korelasinya dengan kondisi yang terjadi saat ini, dan ada kemiripan dengan apa yang diungkapkan oleh pakar politik AS Samuel Huntington dalam bukunya The Clash of Civilization.
Begitu juga dengan Korea Selatan, tidka dapat dipungkiri bahwa perekonomian di negara tersebut sangat maju dan dilihat dari kemitraan ASEAN dengan Korea Selatan berjalan dengan lancar seperti yang dikatakan oleh Presiden Korea Selatan , Lee Myung Bak pada tahun 2009 bahwa perdagangan ASEAN-Korsel telah tumbuh 11 kali lipat dalam dua dekade terakhir menjadi senilai US$ 90,2 miliar tahun lalu, kata Lee. Angka tersebut bahkan diperkirakan akan meningkat menjadi US$ 150 miliar pada 2015.Dan berencana untuk meningkatakannya lebih baik lagi dan selain itu melakukan pertukaran budaya dan sebagainya .
  1. Asas (prinsip-prinsip dasar organisasi)
-Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas wilayah nasional, dan identitas nasional setiap negara
-Hak untuk setiap negara untuk memimpin kehadiran nasional bebas daripada campur tangan, subversif atau koersi pihak luar
-Tidak mencampuri urusan dalam negeri sesama negara anggota
-Penyelesaian perbedaan atau perdebatan dengan damai
-Menolak penggunaan kekuatan yang mematikan
-Kerjasama efektif antara anggota
  1. Tujuan
-Mempercepat pertumbuhan ekonomi,kemajuan sosial serta pengembangan kebudayaan
-Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan menghormati jalan keadilan
-Meningkatkan kerja sama yang aktif serta saling membantu dalam masalah ekonomi, sosial, budaya, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi
-Saling memberikan bantuan dalam bentuk sarana,latihan dan penelitian
  1. Visi, Misi, dan Peranan
a.       Visi
Terwujudnya knowledge society FEUI yang berwawasan internasional, peka terhadap kebutuhan bangsa serta mengedepankan prinsip good governance.
b.      Misi
-Mendorong kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat yang dapat mensejahterakan rakyat Indonesia
-Menciptakan budaya akademis yang kuat dalam bidang ekonomi dan bisnis dikalangan pengajar dan peneliti
c.       Peranan
-ASEAN Regional Forum(ARF)
Forum ini di maksudkan untuk meningkatkan kerjasama politik dan keamanan di Asia pasifik
-ASEAN mempelopori Perjanjian Persahabatan dan kerja sama di Asia Tenggara (TAC)
TAC merupakan Code of condukt yang mengatur tata hubungan antar negara di kawasan Asia Pasifik
-Peranan ASEAN dalam masalah di asia timur
Mengenai masalah-masalah yang di alami asia timur ,ASEAN ,tidak mengambil andil besar karena tuduhan melakukan urusan regional mereka
-Menyelesaikan persoalan ASEAN vegetables oil club (AVOC)
Mengatur kesepakatan harga minyak kelapa sawit menjadi keruh karena tuduhan melakukan praktik kartel dan melanggar kesepakatan
  1. Peranan Indonesia dalam ASEAN
-Indonesia sebagai salah satu negara pelopor berdirinya ASEAN dan turut menandatangani Deklarasi Bangkok yang menandai berdirinya ASEAN
-Indonesia beberapa kali dipercaya sebagai tempat penyelenggaraan KTT ASEAN
-Indonesia aktif dalam menyempurnakan struktur organisasi ASEAN ketika KTT di Bali tahun 1976
-Memainkan peran aktif dalam penyelesaian konflik di Kamboja. Indonesia menyelenggarakan Jakarta Informal Meeting (JIM) tahun 1988. Pertemuan ini dilanjutkan dengan Konferensi Internasional di Paris tahun 1989 yang diketuai bersama oleh Prancis dan Indonesia –-> Indonesia diwakili oleh mantan Menlu RI Ali Alatas
-Jakarta merupakan kedudukan kantor Sekretariat Tetap ASEAN
-Letnan Jenderal H.R. Sudharsono (Indonesia) adalah Sekretaris Jenderal I ASEAN.
-Indonesia aktif membantu penyelesaian konflik Moro di Filipina
  1. Peranan ASEAN dalam Indonesia
-Indonesia menjadi tempat pembuatan pupuk seASEAN, tepatnya di Aceh yang nantinya akan digunakan negara-negara ASEAN, otomatis Indonesia mendapatkan keuntungan dan juga bisa mengurangi pengangguran di indonesia
-Dengan Indonesia mengikuti kerjasama regional seperti ini maka akan lebih dihormati negara lain, seperti halnya kerjasama regional yg di eropa ataupun timur tengah, lebih-lebih kalau ASEAN kuat di mata internasional
-Dalam pariwisata negara ASEAN sangat subur, terutama Singapura, Thailand, Malaysia dan Indonesia. Dan rata-rata pengunjung pariwisata d negara ASEAN adalah warga negara anggota ASEAN lainnya, contohnya Jogja yang rata-rata touristnya adalah tourist malaysia, begitu juga dengan Singapura yang rata-rata touristnya adalah orang Indonesia dan Malaysia
-Angkatan Laut TNI sering melakukan latihan bareng dengan Singapura sehingga akan membuktikan pada dunia bahwa militer Indonesia masih kuat dan Indonesiapun melakukan perjanjian Ekstradisipun di semua negara ASEAN, walaupun agak lama untuk mendekati Singapura
-Indonesia sering melakukan pertukaran mahasiswa dengan negara ASEAN lainnya seperti Singapura dan Malysia, begitu juga dengan pementasan karya seninya

KAA (Konferensi Asia Afrika)


  1. Latar Belakang
Politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif. Bebas. artinya bangsa Indonesia tidak memihak pada salah satu blok vang ada di dunia. Jadi, bangsa Indonesia berhak bersahabat dengan negara mana pun asat tanpa ada unsur ikatan tertentu. Bebas juga berarti bahwa bangsa Indonesia mempunyai cara sendiri dalam menanggapi masalah internasional. Aktif berarti bahwa bangsa Indonesia secara aktif ikut mengusahakan terwujudnya perdamaian dunia. Negara Indonesia memilih sifat politik luar negerinya bebas aktif sebab setelah Perang Dunia II berakhir di dunia telah muncul dua kekuatan adidaya baru yang saling berhadapan, yaitu negara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Amerika Serikat memelopori berdirinya Blok Barat atau Blok kapitalis (liberal), sedangkan Uni Soviet memelopori kemunculan Blok Timur atau blok sosialis (kortiunis).
Dalam upaya meredakan ketegangan dan untuk mewujudkan perdamaian dunia, pemerintah Indonesia memprakarsai dan menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika. Usaha ini mendapat dukungan dan negara-negara di Asia dan Afrika. Bangsa-bangsa di Asia dan Afrika pada umumnya pernah menderita karena penindasan imperialis Barat. Persamaan nasib itu memmbulkan rasa setia kawan. Setelah Perang Dunia II berakhir, banyak negara di Asia dan Afrika yang berhasil mencapai kemerdekaan, di antaranya adalah India, Indonesia, Filipina, Pakistan, Burma (Myanmar), Sri Lanka, Vietnam, dan Libia. Sementara itu, masih banyak pula negara yang berada di kawasan Asia dan Afrika belum dapat mencapai kemerdekaan. Bangsa-bangsa di Asia dan Afrika yang telah merdeka tidak melupakan masa lampaunya. Mereka tetap merasa senasib dan sependeritaan. Lebih-lebih apabila mengingat masih banyak negara di Asia dan Afrika yang belum merdeka. Rasa setia kawan itu dicetuskan dalam Konferensi Asia Afrika. Sebagai cetusan rasa setia kawan dan sebagai usaha untuk menjaga perdamaian dunia, pelaksanaan Konferensi Asia Afrika mempunyai arti penting, baik bagi bangsa-bangsa di Asia dan Afrika pada khususnya maupun dunia pada umumnya.
Prakarsa untuk mengadakan Konferensi Asia Afrika dikemukakan pertama kali oleh Perdana Menteri Rl AU Sastroamijoyo yang kemudian mendapat dukungan dari negara India, Pakistan, Sri Lanka, dan Burma (Myanmar) dalam Konferensi Colombo.
  1. Sejarah
Berakhirnya Perang Dunia I membawa pengaruh terhadap bangsa-bangsa Asia dan Afrika untuk memperoleh kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan. Di samplng itu juga dltandai dengan munculnya dua kekuatan ideologis, politis, dan militer termasuk pengembangan senjata nuklir. Negara Republik Indonesia dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat dan bernegara selalu berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945. Salah satu bentuk penyetenggaraan kehidupan bernegara adalah menjalin kerja sama dengan negara lain. Kebijakan yang menyangkut hubungan dengan negara lain terangkum dalam kebijakan politik luar negeri. Oleh karena itu, pelaksanaan politik luar negeri Indonesia juga harus berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Indonesia mencetuskan gagasannya untuk menggalang kerja sama dan solidaritas antarbangsa dengan menyelenggarakan KAA.

  1. Asas (prinsip-prinsip dasar organisasi)
-Menghormati hak-hak dasar manusia, tujuan, serta asas yang termuat daiam Piasam PBB
-Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa
-Mengakui persamaan ras dan persamaan semua bangsa, balk bangsa besar maupun bangsa kecil
-Tidak metakukan intervensi atau ikut campur tangan dalam persoalan dalam negeri negara lain
-Menghormati hak-hak tiap bangsa untuk mempertahankan din, bark secara sendirian maupun secara kolektif sesuai dengan Piagam PBB
-Tidak  menggunakan peraturan-peraturan  dari pertahanan  kolektif untuk  bertindak  bagi kepentingan khusus salah satu negara besar; b)tidak melakukan tekanan terhadap negara lain
-Tidak melakukan  tindakan  atau  ancaman ogres?  ataupun penggunaan  kekerasan  terhadap integrates teritorial atas kemerdekaan politik suatu negara
-Menyelesaikan sega/o perselisihan internasional secara damai sesuai dengan Piagam PBB
-Memajukan kepentingan bersama dan kerja sama internasional
-Menghormati hukum dan kewajiban internasionai lainnya
  1. Tujuan
-Memajukan kerja sama bangsa-bangsa di Asia dan Afrika dalam bidang sosial, ekonomi, dan kebudayaan
-Memberantas diskriminasi ras dan kolonialisme
-Memperbesar peranan bangsa Asia dan Afrika di dunia dan ikut serta mengusahakan perdamaian dunia dan kerja sama internasional
-Bekerja sama dalam bidang sosial, ekonomi, dan budaya
-Membicarakan masalah-masalah khusus yang menyangkut kepentingan bersama seperti kedaulatan negara, rasionalisme, dan kolonialisme
  1. Fungsi
Konferensi ini merefleksikan apa yang mereka pandang sebagai ketidakinginan kekuatan-kekuatan Barat untuk mengkonsultasikan dengan mereka [29 negara] tentang keputusan-keputusan yang mempengaruhi Asia pada masa Perang Dingin; kekhawatiran mereka mengenai ketegangan antara Republik Rakyat Cina dan Amerika Serikat
  1. Peranan Indonesia dalam KAA
Dalam KAA indonesia termasuk salah satu penggagas pertemuan tersebut bersama mesir dan india, sehingga diadakan untuk yang pertama kalinya di Bandung tahun 1955, yang dihadiri oleh 29 negara yang pada umumnya termasuk negara berkembang di Asia dan Afrika, konferensi ini menjadi cikal bakal dari gerakan non blok, sebagai tandingan dari Blok barat yang diprakarsai AS dan sekutunya dan Blok Timur oleh Uni Sovyet

GNB (Gerakan Non Blok)


  1. Latar Belakang
Di sela-sela puing kehancuran akibat Perang Dunia II, muncullah dua negara adidaya yang saling berhadapan. Mereka berebut pengaruh terhadap negaranegara yang sedang berkembang agar menjadi sekutunya. Dua negara adidaya itu ialah Amerika Serikat dan Uni Soviet. Persaingan kekuatan di antara dua blok itu mengakibatkan terjadinya Perang Dingin (the Cold War). Mereka saling berhadapan, bersaing, dan saling memperkuat sistem persenjataan. Setiap kelompok telah mengarahkan kekuatan bomnya ke negara lawan. Akibatnya, situasi dunia tercekam oleh ketakutan akan meletusnya Perang Dunia III atau Perang Nuklir yang jauh lebih mengerikan dibandingkan Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Menghadapi situasi dunia yang penuh konflik tersebut, Indonesia menentukan sistem politik luar negeri bebas aktif. Prinsip kebijaksanaan politik luar negeri Indonesia tersebut ternyata juga sesuai dengan sikap negara-negara sedang berkembang lainnya. Oleh karena itu, mereka sepakat untuk membentuk suatu kelompok baru yang netral, tidak memihak Blok Barat ataupun Blok Timur. Kelompok inilah yang nantinya disebut kelompok negara-negara Non Blok. Dengan demikian faktor-faktor yang melatarbelakangi berdirinya Gerakan Non Blok adalah sebagai berikut:
-Munculnya dua blok, yaitu Blok Barat di bawah Amerika Serikat dan Blok Timur di bawah Uni Soviet yang saling memperebutkan pengaruh di dunia.
-Adanya kecemasan negara-negara yang baru merdeka dan negara-negara berkembang, sehingga berupaya meredakan ketegangan dunia.
-Ditandatanganinya “Dokumen Brioni” tahun 1956 oleh Presiden Joseph Broz Tito (Yugoslavia), PM Jawaharlal Nehru (India), Presiden Gamal Abdul Nasser (Mesir), bertujuan mempersatukan negara-negara non blok.
-Terjadinya krisis Kuba 1961 karena US membangun pangkalan militer di Kuba secara besar-besaran, sehingga mengkhawatirkan AS.
-Pertemuan 5 orang negarawan pada sidang umum PBB di markas besar PBB, yaitu:
Presiden Soekarno (Indonesia), PM Jawaharlal Nehru (India), Presiden Gamal Abdul Nasser (Mesir), Presiden Joseph Broz Tito (Yugoslavia), dan Presiden Kwame Nkrumah (Ghana).
Berdirinya Gerakan Non Blok (Non Aligned Movement) diprakarsai oleh para pemimpin negara dari Indonesia (Presiden Soekarno), Republik Persatuan Arab–Mesir (Presiden Gamal Abdul Nasser), India (Perdana Menteri Pandith Jawaharlal Nehru), Yugoslavia (Presiden Joseph Broz Tito), dan Ghana (Presiden Kwame Nkrumah).
  1. Sejarah
Kata "Non-Blok" diperkenalkan pertama kali oleh Perdana Menteri India Nehru dalam pidatonya tahun 1954 di Colombo, Sri Lanka. Dalam pidato itu, Nehru menjelaskan lima pilar yang dapat digunakan sebagai pedoman untuk membentuk relasi Sino-India yang disebut dengan Panchsheel (lima pengendali). Prinsip ini kemudian digunakan sebagai basis dari Gerakan Non-Blok. Lima prinsip tersebut adalah:
-Saling menghormati integritas teritorial dan kedaulatan.
-Perjanjian non-agresi
-Tidak mengintervensi urusan dalam negeri negara lain
-Kesetaraan dan keuntungan bersama
-Menjaga perdamaian
Gerakan Non-Blok sendiri bermula dari sebuah Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika sebuah konferensi yang diadakan di Bandung, Indonesia, pada tahun 1955. Di sana, negara-negara yang tidak berpihak pada blok tertentu mendeklarasikan keinginan mereka untuk tidak terlibat dalam konfrontasi ideologi Barat-Timur. Pendiri dari gerakan ini adalah lima pemimpin dunia: Josip Broz Tito presiden Yugoslavia, Soekarno presiden Indonesia, Gamal Abdul Nasser presiden Mesir, Pandit Jawaharlal Nehru perdana menteri India, dan Kwame Nkrumah dari Ghana.
Gerakan ini sempat kehilangan kredibilitasnya pada akhir tahun1960-an ketika anggota-anggotanya mulai terpecah dan bergabung bersama Blok lain, terutama Blok Timur. Muncul pertanyaan bagaimana sebuah negara yang bersekutu dengan Uni Soviet seperti Kuba bisa mengklaim dirinya sebagai negara nonblok. Gerakan ini kemudian terpecah sepenuhnya pada masa invasi Soviet terhadap Afghanistan tahun 1979.
  1. Asas (prinsip-prinsip dasar organisasi)
-GNB bukanlah suatu blok tersendiri dan tidak bergabung ke dalam blok dunia yang saling bertentangan
-GNB merupakan wadah perjuangan negara-negara yang sedang berkembang yang gerakannya tidak pasif
-GNB berusaha mendukung perjuangan dekolonisasi di semua tempat, memegang teguh perjuangan melawan imperialisme, kolonialisme, neokolonialisme, rasialisme, apartheid, dan zionisme
  1. Tujuan
-Meredakan ketegangan dunia sebagai akibat pertentangan dua blok adidaya yang bersengketa
-Mengusahakan terciptanya suasana dunia yang aman dan damai
-Mengusahakan terwujudnya hubungan antarbangsa secara demokratis
-Menentang kolonialisme, politik apartheid, dan rasialisme
-Memperjuangkan kebebasan dalam bidang ekonomi dan kerja sama atas dasar persamaan derajat
-Meningkatkan solidaritas di antara negara-negara anggota Gerakan Non Blok
-Menggalang kerja sama antara negara berkembang dan negara maju menuju terciptanya tata ekonomi dunia baru
  1. Peranan Indonesia dalam GNB
-Sebagai pemprakarsa lahirnya GNB
-Presiden Soekarno sebagai duta untuk menyampaikan keputusan KTT non blok I kepada Presiden Amerika Serikat John F. Kennedi
-Indonesia menjadi penyelenggara sekaligus ketua Gerakan Non Blok dalam KTT GNB di Jakarta pada Bulan September 1992
-Presiden Soeharto merintis dibukanya kembali Dialog Untara Selatan yang telah lama mengalami pemutusan, yakni dalam KTT G-7 di Tokyo Jepang tahun 1993
-Indonesia selalu mengusulkan dalam KTT kemajuan Ekonomi, penghapusan penjajahan, dan kemurnia GNB tetap dipertahankan

| NT |

12 komentar:

Anonim mengatakan...

You've made some really good points there. I checked on the internet to find out more about the issue and found most individuals will go along with your views on this site.

my homepage :: click this website

Anonim mengatakan...

Which might be very difficult to do the job in all over a position
and household.

Look into my web page - website

Anonim mengatakan...

This post is really a pleasant one it assists new
web visitors, who are wishing in favor of blogging.

my web page; visit

Anonim mengatakan...

Hello are using Wordpress for yоur blog plаtform?
I'm new to the blog world but I'm trying tо
get staгted anԁ crеаtе my own.

Do you гequігe anу html codіng knοwleԁgе to make your
own blog? Any hеlp would be reallу appreciаted!


my ωeb site - http://poker-Tisch.info/

Anonim mengatakan...

Its such as you learn my mind! You seem to know a lot about this, such
as you wrote the ebook in it or something. I think that
you simply can do with some % to force the message house a bit, however instead of that, this is magnificent blog. A great read. I'll definitely be back.

My weblog ... how to get rid of skin tags on my face

Anonim mengatakan...

You will also find that you'll be able to get some fantastic outcomes from your Bowflex TreadClimber any time you are checking out making sure you are likely to be saving your feet.

My webpage - http://www.getfitnstrong.com/bowflex-dumbbells/bowflex-adjustable-dumbbells/

Anonim mengatakan...

Even so, you could even make sturdy muscle groups
without weights.

Also visit my homepage ... adjustable dumbbells

Anonim mengatakan...

Hey I know this is off topic but I was wondering if you
knew of any widgets I could add to my blog that automatically tweet my newest twitter updates.
I've been looking for a plug-in like this for quite some time and was hoping maybe you would have some experience with something like this. Please let me know if you run into anything. I truly enjoy reading your blog and I look forward to your new updates.

Here is my web page - hcgaustralia.org

Anonim mengatakan...

This kit also comes with a Pilates stability ball that will improve your coordination and tone your muscle groups.



Also visit my weblog ... Full Record

Anonim mengatakan...

Howdy would you mind sharing which blog platform you're using? I'm going to start my own blog soon
but I'm having a hard time choosing between BlogEngine/Wordpress/B2evolution and Drupal. The reason I ask is because your design and style seems different then most blogs and I'm looking for something completely unique.
P.S Apologies for getting off-topic but I had to ask!


my homepage ... hcgaustralia.org

Anonim mengatakan...

It worked for my Samsung ML-1210. Many thanks. I was about to get a new printer because of Home windows 8.


Feel free to surf to my blog post ... xerox phaser 8560 ink

ari sudono mengatakan...

waduh kalo inget2 zaman Pak Karno dan Pak Harto negara ASEAN sangat menghormati Indonesia, lha sekarang lagu daerah aja malaysia berani nyolong...
http://alatlabperaga.com

:) :( ;) :D ;;-) :-/ :x :P :-* =(( :-O X( :7 B-) :-S #:-S 7:) :(( :)) :| /:) =)) O:-) :-B =; :-c :)] ~X( :-h :-t 8-7 I-) 8-| L-) :-a :-$ [-( :O) 8-} 2:-P (:| =P~ :-? #-o =D7 :-SS @-) :^o :-w 7:P 2):) X_X :!! \m/ :-q :-bd ^#(^ :ar! buka rahasia

Poskan Komentar

Silahkan beri komentar artikel saya, jika ada link yang rusak atau kadaluarsa laporkan disini dan tulis request artikel anda disini juga ya....

Link Within

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Home Color Code Watch TV